Senin, 28 Mei 2012
Kamis, 24 Mei 2012
TRIGGER FINGER - JARI KAKU ATAU JARI MACET
Kelelahan
jari-jari tangan mungkin terjadi pada para penulis, gitaris, pemanjat
tebing, mengetik, atau gamers. Profesi yang menuntut jari-jari tangan
bekerja keras secara ekstrim sangat rentan terhadap kelelahan jari
tangan ini. Bila melewati batas kemampuan kerjanya, jari-jari tangan
bisa menekuk terus dan tidak bisa diluruskan. Kondisi jari yang kaku ini
biasa disebut trigger finger. Secara fisiologis, trigger finger terjadi
karena pengapuran tendon otot jari tangan sehingga selubung tendonnya
terjepit dan jari tak bisa diluruskan.
Karena faktor usia,
orang tua lebih rentan terhadap pengapuran tendon otot jari tangan ini.
Karena itu banyak orang tua menyebut gejala trigger finger ini dengan
rematik jari tangan. Trigger finger ini biasanya terjadi pada keempat
jari selain ibu jari karena kerja ibu jari biasanya lebih ringan
dibandingkan jari-jari lain. Namun sekarang ini, aktifitas online di
gadget mobile lebih banyak memperkerjakan jempol. Bila jempol terlalu
sering digunakan untuk SMS-an, BBM-an, dan aktifitas mobile online
lainnya di ponsel, maka jempol rentan dengan gejala jempol kaku yang
biasa disebut trigger thumb.
Menurut dr Indra Tjahjono SpKFR,
kondisi seperti itu disebut trigger finger (stenosing flexor
tenosynovitis). "Kondisi itu biasanya terjadi pada jari tengah, jari
manis, dan kelingking," ungkap dia.
MENGAPA ANAK BISA MEMBENCI ORANGTUA..??
Dalam
hubungan orang tua dan anak, terkadang ada beberapa perlakukan anak
yang menyakitkan bagi orangtua. Seperti ketika kejenuhan anak remaja
yang berujung pada meneriaki kata-kata kebencian pada orang tuanya dalam
beberapa kesempatan. Sebagai orang tua, perkataan seperti ini tentunya
begitu memilukan hati.
Saat-saat remaja, adalah saat yang
paling emosional dan menantang bagi orangtua dan keluarga. Mau tidak
mau, sebagai keluarga harus selalu dekat dan siap siaga untuk mereka.
Hal ini normal, karena sebagai orang tua, Anda tentunya menerapkan
kedisiplinan yang mereka tak sukai.
Benyak remaja beranggapan
mereka sudah dewasa, dan cukup matang untuk bertindak dan
bertanggungjawab, sekalipun sebenarnya tidak. Dan hal ini yang memicunya
untuk sering menunjukan rasa bencinya kepada orang tua.
Tapi apakah ia benar-benar benci?
Ya. Seperti dilansir dari SheKnows, mereka memang membenci Anda karena
telah menerapkan aturan-aturan yang membuatnya merasa terikat. Tetapi
bagaimana pun juga sebagai orang tua akan sedih jika terus menerus
diteriaki kebencian oleh anaknya. Tapi yang harus dipahami, bahwa
hubungan Anda dengannya adalah hubungan orang tua dan anak, ada ikatan
yang kuat antara Anda dengannya. Maka, kuatkanlah pondasi diri Anda.
Karena meskipun dia "membenci" Anda, tetapi dia sangat membutuhkan diri
Anda.
1. Tetaplah tegar dan bersabar
Hanya karena si
remaja melemparkan sesuatu yang menyakitkan pada Anda, bukan berarti
Anda jadi langsung terpukul. Anda sudah jauh lebih dewasa daripadanya,
maka jangan gubris kata-katanya. Konsisten dan tegaslah padanya.
RESEP HERBAL ATASI WASIR/AMBEIEN
Wasir atau bisa disebut ambeien merupakan
kelainan akibat membesarnya pembuluh darah balik (vena) pada bagian
bawah usus besar (rektum) di daerah dubur. Secara anatomis, wasir
sebenarnya bukan penyakit, tapi perubahan pada bantalan pembuluh darah
di dubur. Bantalan itu melebar dan membesar.
Wati, Customer Service Jamu Putri Gunung Jati Surabaya mengatakan, secara umum penyebab wasir antara lain karena tubuh kurang serat, terlalu banyak duduk, kurangnya cairan dalam tubuh, dan sirkulasi darah yang tidak lancar. Sedangkan ambeien ada dua macam yaitu ambeien luar dan ambeien dalam. Artinya, ambeien dalam benjolannya berada didalam sedangkan ambeien luar benjolannya diluar anus.
Pengobatan wasir dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya. Bila wasir masih dalam derajat ringan, obat tradisional, terutama herba berkhasiat bisa Anda coba. Menurut buku Terapi Herba, Buah, dan Sayuran 10 Penyakit Utama, ada beberapa resep herba untuk mengatasi wasir.
1. Sosor bebek
Efek : Antiradang, mengurangi pembengkakan, menghentikan pendarahan.
Ramuan : Ambil 50 helai daun sosor bebek, cuci bersih, lalu diangin-anginkan sampai kering. Kemudian tumbuk halus dan simpan dalam wadah tertutup rapat. Satu sendok makan bubuk daun sosor bebek itu seduh dalam satu cangkir air panas (boleh ditambah madu). Aduk-aduk. Minum setelah hangat. Ramuan ini bisa diminum 3 kali sehari.
2. Daun Saga
Ambil daun saga 1 genggam, herba pegagan 1 genggam, daun patikan China (serbuk) 1 sendok teh, akar kelembak (serbuk) ½ sendok teh, rimpang temulawak 7 keping, dan air 1 gelas.
Semua bahan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih lalu disaring kemudian tambahkan madu1 sendok makan, setelah hangat diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.
3. Urang-aring
Ambil herba urang-aring 7 buah, akar patikan China 7 buah, daun iler 7 helai, kayu ules 1 buah, dan air 1 gelas. Semua bahan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih lalu saring dan ditambah madu 1 sendok makan lalu diminum 2 kali sehari.
Wati, Customer Service Jamu Putri Gunung Jati Surabaya mengatakan, secara umum penyebab wasir antara lain karena tubuh kurang serat, terlalu banyak duduk, kurangnya cairan dalam tubuh, dan sirkulasi darah yang tidak lancar. Sedangkan ambeien ada dua macam yaitu ambeien luar dan ambeien dalam. Artinya, ambeien dalam benjolannya berada didalam sedangkan ambeien luar benjolannya diluar anus.
Pengobatan wasir dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya. Bila wasir masih dalam derajat ringan, obat tradisional, terutama herba berkhasiat bisa Anda coba. Menurut buku Terapi Herba, Buah, dan Sayuran 10 Penyakit Utama, ada beberapa resep herba untuk mengatasi wasir.
1. Sosor bebek
Efek : Antiradang, mengurangi pembengkakan, menghentikan pendarahan.
Ramuan : Ambil 50 helai daun sosor bebek, cuci bersih, lalu diangin-anginkan sampai kering. Kemudian tumbuk halus dan simpan dalam wadah tertutup rapat. Satu sendok makan bubuk daun sosor bebek itu seduh dalam satu cangkir air panas (boleh ditambah madu). Aduk-aduk. Minum setelah hangat. Ramuan ini bisa diminum 3 kali sehari.
2. Daun Saga
Ambil daun saga 1 genggam, herba pegagan 1 genggam, daun patikan China (serbuk) 1 sendok teh, akar kelembak (serbuk) ½ sendok teh, rimpang temulawak 7 keping, dan air 1 gelas.
Semua bahan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih lalu disaring kemudian tambahkan madu1 sendok makan, setelah hangat diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.
3. Urang-aring
Ambil herba urang-aring 7 buah, akar patikan China 7 buah, daun iler 7 helai, kayu ules 1 buah, dan air 1 gelas. Semua bahan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih lalu saring dan ditambah madu 1 sendok makan lalu diminum 2 kali sehari.
Sabtu, 21 April 2012
MENDONGENGLAH BAGI PERKEMBANGAN MORAL ANAK
Pernah
mencoba memasuki dunia anak-anak? Paling tidak, mulai dengan anak anda.
Jika saat ini anak anda yang katakanlah berumur antara 3 sampai 9 tahun
sedang meluangkan waktunya sendirian di ruangan lain dimana tidak ada
orang yang memperhatikan, coba tengok sesekali. Kadang anda akan
mendapati sebuah adegan monolog yang diperankan anak anda bak seniman
panggung teater.
Ya. Imajinasi anak memang mengalir dengan
sangat derasnya. Sampai-sampai mereka butuh meluangkan segenap waktu
untuk mengapresiasikan imajinasi yang mereka interpretasi entah dari
film yang mereka tonton, tokoh game yang mereka mainkan, atau mungkin
tokoh sebuah cerita dari buku yang mereka baca. Namun apakah ini baik?
Tidak selalu.
Kebanyakan anak saat ini lebih banyak
menghabiskan waktu untuk bermain game konsol atau menonton televisi.
Sudah jarang mendapati anak-anak menghabiskan waktu untuk membaca atau
mendengarkan kaset dongeng yang biasa diputar di radio tahun 1980-an.
Kalaupun membaca, kebanyakan malah membaca status jejaring sosial atau
komentar dari teman-temannya. Sekarang kita tilik tontonan yang dengan
setia mereka nantikan di televisi. Kalau bukan tokoh jagoan dengan
senjata pedang, pistol, tenaga dalam atau pukulan yang mematikan,
paling-paling kisah percintaan anak remaja. Ini yang bahaya.
Membuka kemungkinan imajinasi mereka terarah ke sesuatu yang
mengakibatkan hal yang tidak diinginkan atau hal negatif. Bagi anak yang
suka melihat adegan kekerasan yang dilakukan tokoh jagoannya, malah
berkecenderungan bersikap kasar pada pihak yang menurutnya lebih lemah
atau sekedar membela diri bahkan dari omelan orangtua sekalipun.
Sedangkan yang menonton kisah percintaan anak remaja jadi bersolek dan
membicarakan cinta-cintaan jauh sebelum umurnya.
Disinilah
manfaat membiasakan mendongeng pada anak yang kalau bisa sudah dilakukan
sejak si anak masih bayi atau balita. Ini akan membantu menanamkan
kebiasaan membaca pada anak. Dan kebiasaan membaca akan memudahkan
proses belajar si kecil ketika ia mulai menapak ke jenjang pendidikan.
Ketika anak mulai beranjak 3 tahun, ia mulai bisa memahami peran dan
cerita.
Ini adalah kesempatan emas (masa emas balita/the
golden age/masa mengingat segala yang dilihat, didengar dan dialami
balita) dalam menanamkan moral yang baik demi modal si anak ketika
dewasa nanti. Kebanyakan cerita dalam dongeng sarat akan pesan moral
yang baik. Dan ketika si anak tertarik pada tokoh dalam cerita (yang
biasanya merupakan tokoh protagonis), ia akan meniru adegan dan sikap si
tokoh didalam cerita. Tidak hanya itu, tingkah laku baik yang terangkum
didalam tokoh juga akan ikut diboyong oleh anak.
Selain itu,
menurut psikiater dari Harvard, Lawrence Kutner, Ph.D, dongeng berperan
penting bagi anak agar dapat memasuki perjalanan hidupnya tanpa risiko.
Anak dapat mengatasi masalahnya dengan mengidentifikasikan dirinya
dengan tokoh didalam cerita. Ini akan menjadi panduan problem solving
bagi si anak ketika ia mulai belajar bersosialisasi dengan orang asing
seperti teman baru di sekolah.
Membiasakan mendongeng untuk
anak juga dapat membantu anak belajar mendengarkan dan menyimak. Ia akan
lebih menghargai orang yang sedang berbicara padanya dan menghargai
nilai-nilai dalam pembicaraan itu. Jangan lupa! Kegiatan mendongeng juga
akan mendekatkan hubungan antara orangtua dan anak karena pengalaman
yang mereka bagi saat bertualang didalam imajinasi cerita.
Ini
jelas akan memudahkan orangtua dalam berkomunikasi dengan anak nantinya.
Ini juga dapat menjadi sebuah alasan anak dapat menuruti orangtua
mereka bukan karena takut, tetapi karena rasa kasih dan sayang yang
begitu mendalam. Jadi para orangtua, ketika malam datang, tinggalkan
kesibukan lain, dan mulailah mendongeng.
(Sumber : artikelpopuler)
PERLU DIINGAT :
1. Mendongeng pada anak tak selalu harus membeli/memiliki buku yang
mahal, bagus dan terlihat rapi. Buku pinjaman, membeli dari loakan atau
pemberian dari anggota keluargapun dapat digunakan untuk mendongeng dan
pilihlah cerita yang menarik dan bisa memberi suri tauladan bagi anak.
2. Orangtua juga dituntut untuk kreatif, tanpa buku, orang tua dapat
menyusun dongeng sendiri, mempraktekkan dongeng agar seru dihadapan
anak, bisa dibantu dengan alat alat yang ada dirumah seperti kertas
koran, lap piring, bunga plastik atau mainan lainnya. Orang tua juga
bisa melatih diri menciptakan tokoh tokoh dalam dongeng yang diciptakan,
melatih suara dengan warna suara yang berbeda beda agar suasana
mendongeng menjadi lbh menarik dan seru.
3. Nikmati saat
mendongeng sebagai bagian dari mencurahkan kasih sayang pada anak.
lakukan dengan rasa senang, nyaman dan gembira. Tak perlu malu memasuki
dunia anak anak yang menyenangkan dan JANGAN mengajak anak yang harus
masuk dalam dunia orang tua/dewasa.
Jumat, 06 April 2012
TUJUH PERKATAAN TERBURUK ORANG TUA PADA ANAK
Mengasuh
anak bisa menjadi pekerjaan yang membuat stres. Meski demikian, Anda
perlu menjaga tutur kata agar anak-anak tidak terkontaminasi dengan
kalimat yang memberikan efek negatif.
Anak-anak menangis,
berteriak, berlarian, tak mau mendengar atau melawan perkataan Anda,
tapi sebagai orangtua harus tetap tenang menghadapi itu semua. Jangan
tergoda untuk melontarkan kalimat yang berimbas negatif bagi masa depan
dirinya. Seperti dilansir Babble, ada perkataan-perkataan yang TIDAK
BOLEH dikeluarkan oleh orangtua kepada anaknya :
“Kalau enggak bisa diam, ibu/bapak pergi ya”
Ketika bepergian bersama anak, kadang anak rewel dan bosan di
perjalanan. Mungkin Anda pernah mengatakan hal di atas kepada anak Anda.
Jangan katakan ini, karena anak-anak paling takut ditinggalkan.
“Kamu enggak seperti adik/kakak?”
Jangan pernah membandingkan anak. Setiap anak harus dipertimbangkan secara individual, tidak relatif.
"Kami bercerai karena kamu"
Tidak ada anak yang bertanggung jawab atas kegagalan pernikahan orangtuanya.
"Kalau ibu/bapak bilang enggak boleh, ya enggak boleh”, “Ya, pokoknya begitu”, atau “Pokoknya ibu/bapak maunya kamu…”
Jangan pernah melarang anak tanpa sebab, atau memaksa anak melakukan sesuatu yang tidak dinginkannya.
"Sini, biar ibu/bapak yang mengerjakan"
Mungkin niat Anda ingin membantu anak Anda. Namun, itu akan membuat
anak menjadi bergantung pada Anda, atau orang lain ketika menghadapi
masalah. Dia tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri bila dibantu
terus-menerus.
"Kamu harus malu pada dirimu sendiri" atau “Kamu harus tahu diri”
Jangan pernah katakan ini ketika anak berbuat salah. Ini dapat
menyebabkan anak menjadi rendah diri, terutama bila anak tidak tahu apa
kesalahannya.
"Kami sebenarnya enggak mau kamu lahir" atau “Kamu itu ‘kecelakaan’”
Hal ini sangatlah menyakiti perasaannya. Sebelum berdampak buruk bagi anak Anda, hindari kalimat tersebut saat berbicara.
Selasa, 03 April 2012
Manfaat Pelukan
"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari.Untuk
kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda,
kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari," kata Virginia Satir,
terapis keluarga.
Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.
Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisi dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.
Pelukan Damai
Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat & merasa damai dan tentram.
Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai.
Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.
Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan
pada setiap orang yang membutuhkan.
Anak Tumbuh Sehat
"Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi," ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India . Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya.
Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi
seorang yang penyayang.
Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.
Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit
kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.
Transformasi Rasa Nyaman
Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata," pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi."
Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.
Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.
Pelukan dapat menyembukan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya
merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang prustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif.
Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan
cinta, atau suatu bentuk cinta.
Jadi tunggu apa lagi... ???
saatnya Berpelukan....
Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.
Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisi dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.
Pelukan Damai
Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat & merasa damai dan tentram.
Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai.
Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.
Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan
pada setiap orang yang membutuhkan.
Anak Tumbuh Sehat
"Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi," ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India . Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya.
Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi
seorang yang penyayang.
Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.
Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit
kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.
Transformasi Rasa Nyaman
Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata," pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi."
Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.
Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.
Pelukan dapat menyembukan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya
merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang prustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif.
Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan
cinta, atau suatu bentuk cinta.
Jadi tunggu apa lagi... ???
saatnya Berpelukan....
Langganan:
Postingan (Atom)




